FOTO Ist.: Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah
PALANGKA RAYA – Komitmen mendukung Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) kembali ditegaskan Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, saat menghadiri Rapat Koordinasi Unsur Pendukung KHBS di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (26/2/2026).
Dalam forum tersebut, Bank Kalteng menyatakan kesiapan penuh sebagai mitra penyalur bantuan sosial daerah. Kesiapan itu mencakup seluruh tahapan teknis, mulai dari pembukaan rekening hingga pencairan dana bantuan kepada penerima manfaat.
Maslipansyah menegaskan, seluruh proses layanan perbankan akan dilaksanakan secara profesional dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Bank Kalteng, kata dia, berfokus menjaga ketertiban administrasi sekaligus memastikan bantuan diterima masyarakat yang berhak.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh proses berjalan tertib dan tepat sasaran sesuai data yang telah ditetapkan. Kepercayaan masyarakat adalah prioritas kami,” tegasnya, Kamis (26/2/2026).
Ia memastikan, pembukaan rekening bagi penerima KHBS dilakukan secara gratis. Tidak ada biaya administrasi tambahan, termasuk biaya materai, sehingga masyarakat tidak dibebani dalam proses pencairan bantuan.
Kebijakan tersebut, lanjut Maslipansyah, merupakan bentuk dukungan konkret Bank Kalteng terhadap program prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Kemudahan akses layanan perbankan dinilai penting untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial.
Selain aspek layanan, mekanisme penetapan penerima KHBS juga menjadi perhatian dalam rapat koordinasi. Skema alokasi ditetapkan secara proporsional berdasarkan perbandingan jumlah keluarga miskin dan rentan miskin.
Perhitungan dilakukan dengan mengacu pada data Desil 1–5 DTSEN Non Bansos dibandingkan total kepala keluarga di masing-masing kabupaten/kota hingga tingkat desa. Pendekatan ini dirancang untuk menjaga keadilan distribusi bantuan.
Maslipansyah menilai, sistem berbasis data tersebut membantu meminimalkan potensi ketidaktepatan sasaran. Bank Kalteng, menurut dia, akan menjalankan peran penyalur sesuai data resmi yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Rapat koordinasi Unsur Pendukung KHBS sendiri menjadi wadah strategis dalam menyatukan persepsi antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan. Sinkronisasi kebijakan dinilai krusial dalam pelaksanaan program bantuan sosial.
Forum tersebut juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Koordinasi yang solid diharapkan mampu menghindari hambatan teknis maupun administratif dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Dengan dukungan sistem perbankan yang dinilai siap, Bank Kalteng optimistis pelaksanaan KHBS dapat berjalan efektif. Transparansi dan ketepatan sasaran menjadi fokus utama dalam setiap tahapan penyaluran.
Program KHBS diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu di Kalimantan Tengah. Peran lembaga keuangan daerah dinilai strategis dalam menjamin kelancaran distribusi bantuan. (Red/Adv)
