FOTO Ist.: Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Daland Atjeh
PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Daland Atjeh, menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses perseorangan di Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya. Beragam usulan yang disampaikan didominasi isu pemberdayaan perempuan serta kebutuhan perbaikan infrastruktur dasar di lingkungan permukiman.
Faridawaty Daland Atjeh menyampaikan seluruh aspirasi masyarakat yang diterima dalam kegiatan reses akan menjadi perhatian dan diperjuangkan melalui koordinasi dengan instansi terkait sesuai kewenangannya. “Kami sangat mengapresiasi keterbukaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Semua ini akan kami koordinasikan dengan instansi terkait agar dapat ditindaklanjuti secara bertahap sesuai prioritas,” ujarnya, baru-baru ini.
Salah satu aspirasi datang dari Kelompok Bunda Sehati, komunitas perempuan pencari nafkah keluarga yang beranggotakan ibu tunggal maupun perempuan dengan kondisi rumah tangga rentan dan berkomitmen membangun kemandirian ekonomi anggotanya.
Pimpinan Bunda Sehati, Nur, menjelaskan komunitas tersebut terbentuk dari kesamaan perjuangan para perempuan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. “Kami sudah lama ingin bersilaturahmi dengan ibu FDA ke kantor NasDem. Kami sempat mendapat stigma negatif, bahkan hampir bubar, tetapi tetap bertahan dan terus berkumpul sambil bekerja sebagai asisten rumah tangga dan tukang tebas rumput,” katanya.
Selain berharap dukungan terhadap pengembangan komunitas, Bunda Sehati juga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi anggotanya, mulai dari keterbatasan ekonomi, utang piutang, persoalan rumah tangga, hingga harapan memperoleh akses beasiswa pendidikan bagi anggota maupun anak-anak mereka.
“Kami berharap ibu FDA bisa menjembatani agar komunitas ini bisa berkembang. Sebagian anggota kami juga masih terlilit utang piutang karena keterbatasan ekonomi,” ujar Nur.
Dalam forum reses tersebut, masyarakat juga menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan infrastruktur, antara lain peningkatan Jalan Adonis Samad di kawasan Bandar Utama I, penanganan limbah kandang sapi, peningkatan jalan dan drainase di Jalan Lewu Tatau 18, penanganan banjir yang mengganggu aktivitas warga, hingga usulan bantuan rehabilitasi warung serta alat kerja bagi masyarakat.
Faridawaty menilai seluruh aspirasi tersebut mencerminkan kebutuhan riil masyarakat yang harus ditindaklanjuti secara bertahap melalui sinergi antara pemerintah, DPRD, dan instansi terkait agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
“Kami akan terus mengawal aspirasi ini agar tidak berhenti di sini, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandas Faridawaty. (Red/Adv)
